Posts tagged ‘linux is good’

Knoppix 6.2 dan Addriane 1.2 release

Klaus Knopper, bapak dari distribusi LiveCD Knoppix yang tidak asing lagi telah merilis versi Knoppix 6.2 dan Adriane 1.2. Knoppix yang diturunkan dari lumbung Lenny Testing distribusi Debian Linux ini dapat membantu mereka yang memiliki kemampuan membaca terbatas dan tunanetra dalam menggunakan komputer berkat teknik yang digunakannya seperti Orca dan Adriane.

Versi Knoppix 6.2 menggunakan kernel Linux 2.6.31.6 dan teknik pemrosesan secara paralel untuk booting sehingga ia mampu mempercepat proses awal menghidupkan komputer (booting) secara signifikan. Sebagai lingkungan desktop distro ini menggunakan desktop kelas bulu yang ringan yaitu “Lightweight X11 Desktop Environment (LXDE)” berbasis Xorg 7.4.

Untuk versi DVD, ia menyediakan alternatif desktop KDE dan GNOME disamping desktop standar LXDE. Semunya mampu beraksi 3D dengan menjalankan Compiz-Fusion yang juga merupakan bagian dari segudang paket yang disertakan. Untuk urusan perkantoran tersedia OpenOffice.org, browser Iceweasel ( Firefox) untuk berselancar, GIMP untuk mengolah grafis dan sebagai penghibur multimedia disediakan MPlayer Multimedia System.

Disamping Screenreader Orca, Knoppix 6.2 juga mengadopsi “Audio Desktop Reference Implementation and Networking Environment (ADRIANE)“, yaitu sebuah sistem bicara yang membunyikan teks dalam bentuk suara. Ia dapat diaktifkan saat proses booting membantu pengguna berkomunikasi dengan komputer tanpa melihat monitor.
Knoppix juga dapat dipindahkan ke USB Flash-Drive yang bisa langsung dibooting dan mendukung penyimpanan data “persistent“.

Media Knoppix 6.2 tersedia baik dalam versi CD (LXDE dan Adriane) maupun DVD (LXDE) masing-masing untuk edisi bahasa Inggris dan bahasa Jerman.

Berita dari:

Gudang Linux

December 6, 2009 at 12:21 11 comments

Linux Mint 8 Helena release!

Bapak distribusi manis Linux Mint: Mr. Clement Lefebvre, sambut akhir pekan (29 November kemarin) dengan memperkenalkan Helena, yaitu versi terbaru dari karyanya Linux Mint 8.0 yang diturunkan dari Karmic Koala (Ubuntu 9.10).

Seperti moyangnya, Helena mengemas kernel Linux 2.6.31, X.Org 7.4 dan GNOME 2.28.1. Lebih dari itu Helena juga dipercantik dengan busana artwork baru dan dipersenjatai dengan aplikasi yang telah ditingkatkan termasuk banyak fitur-fitur baru lainnya.

Pada kesempatan yang sama Clement Lefebvre menitipkan pesan, sebagaimana tertera di siaran pers resminya: “The 8th release of Linux Mint comes with numerous bug fixes and a lot of improvements. In particular Linux Mint 8 comes with support for OEM installs, a brand new Upload Manager, the menu now allows you to configure custom places, the update manager now lets you define packages for which you don’t want to receive updates, the software manager now features multiple installation/removal of software and many of the tools’ graphical interfaces were enhanced.”

Perbaikan pada Software manager tidak hanya pada tampilan yang meragakan konten lebih rinci, tapi juga perubahan tatanan, termasuk penampilan tangkapan layar dari aplikasi yang dipilih. Menggunakan “Packaged updates“, pengguna tidak lagi perlu memperbarui (refresh) secara manual, begitu data tersedia pengguna akan diberitahukan oleh Update Manager versio baru dari “mintinstall-data“.

APT status” memungkinkan Software Managermengetahui status APT untuk setiap paket aplikasi. Dengan demikian pengguna mengetahui baik versi maupun ukuran dari aplikasi yang akan diinstalasi.

Dengan “Software removal and multiple selection” kini memungkinkan Software Manageruntuk mencontreng sejumlah aplikasi untuk di instalasi dan/atau dihapus. Sebuah tombol baru digunakan untuk mengkonfirmasi pilihan dan mengeksekusi proses sekaligus.

Perbaikan yang diterapkan pada “Update manager” kecuali peningkatan tampilan terdapat beberapa perbaikan useabiliti misalnya di “view menu” pengguna kini dapat mendefinisikan kolom yang ditampilkan di daftar “updates“. Ukuran “update manager” juga dapat di “resize” untuk penyesuaian tampilan sebagaimana diinginkan pengguna. Ukuran disimpan dan tidak berubah tidak berubah pada peluncuran berikutnya.

Daftar fitur Linux Mint 8:

  • Menggunakan Ubuntu 9.10 sebagai basis;
  • Kernel Linux versi 2.6.31;
  • Sistem berkas EXT4 filesystem;
  • X.Org 7.4;
  • Desktop GNOME 2.28.1;
  • Pengingkatan di Menu;
  • Pengingkatan di software manager;
  • Perbaikan terhadap update manager;
  • Perkakas Upload manager tool baru;
  • Banyak perbaikan bugs fixed.

Rekomendasi sistem minimal hardware:

  • Prosesor 32-bit;
  • RAM minimal 512 MB;
  • Spasi hardisk minimal 2.5 GB untuk instalasi;
  • Kartu VGA dengan resolusi minimal 800×600;
  • CD/DVD-ROM sesuai dengan media instalasi.
Sekilas Tentang Linux Mint:
Β 
Linux Mint adalah distribusi Linux  LiveDistro menggunakan Ubuntu Linux 
sebagai basis pengembangannya. Tujuan utama keberadaan Mint adalah 
untuk menyediakan sebuah distribusi yang up-to-date, nyaman dan 
elegan diantara distribusi  GNU/Linux yang ada. 
Alasan pengguna memilih Linux Mint umumnya berkat:
* Dukungan multimedia out-of-the-box;
* Integrasi mudah dengan MS Windows seperti 
  NTFS read & write support, dual-boot,   Migration Assistant;
* One-Click software installation seperti CNR (click-N-run), 
  Linux Mint Software Portal, mintInstall;
* Kemudahan berbagi (sharing) berkas (file/folder);
* Advanced Control Center;
* Superb 3D effects;
* Alat bantu konfigurasi yang unggul;
* Pilihan aplikasi tepat guna seperti  OpenOffice.org,  Pidgin, Mozilla  Firefox, Mozilla  Thunderbird, The  GIMP, XChat, Amarok, dan lainnya;
* Tersedia paket software yang solid seperti Google Earth,  Picasa, Skype, dan banyak software popular lainnya.


sumber:
Gudang Linux

November 30, 2009 at 06:58 32 comments

Getting used to Kubuntu (newbie’s review on Kubuntu 9.10 Karmic Koala in HP compaq Presario 3000)

 

Setelah saya “mencak-mencak” di beberapa posting terdahulu tentang buruknya kubuntu ini. Rupanya marah-marah saya ini engak lama, karena saya sekarang sudah mulai terbiasa dengan KDE 4 ini… hehehehe πŸ˜› . memang benar mungkin kata mas andy, kalau belom bisa yah harus di hentikan dulu, biar bisa menghela nafas. namun saya orangnya kalau pengen bisa itu ngotot. hehehehe. tapi Alhamdullilah saya bisa internetan sekarang, walau dengan cara yang sangat ortodox yaitu dengan menggunakan WVDIAL (busyet dah, hari geeneee masih pake CLI… πŸ˜€ ). otomatis saya seperti di jaman purba hehehe. namun apa yang saya remehkan selama ini, itulah yang “menyelamatkan” saya. rupanya bener kata orang-orang kalau konsol/terminal itu bener-bener powerful! segala bisa dilakukan yang GUI enggak bisa.

Lumayanlah bisa internetan sekarang, sehingga saya bisa mengaktifkan wifi broadcom laptop. sehingga nanti kalau mau update di hotspot ada sarana! hihihihi πŸ™‚ . beberapa paket aplikasi saya sudah instal, walau tidak yang “berat-berat”(baca: lebih dari 10MB) karena rupanya dibandingkan ubuntu, kubuntu itu paket aplikasinya gede-gede, rata-rata 30MB! ini yang saya alami ketika saya ingin menginstal shutter (screen capture) dan compiz manager (mungkin banyak depedensi untuk disesuaikan di kubuntu…). alhasil internet tidak bisa saya gunakan dahulu (paling untuk browsing satu halaman…) untuk aktifitas biasa (donlot video di youtube dan “mendigitalizekan” koleksi kaset saya). sehabis itu mungkin saya akan mendownload update untuk kubuntu ini. karena mungkin saya akan menggunakannya sampai ada si lucid lynx. soalnya ngedonlot cape bos! hehehe. adik saya (selaku pemilik laptop yang sah) pun ternyata sudah familier sama KDE, karena di kampusnya ternyata menggunakan KDE (pcLinuxOS) untuk lab opensource-nya. jadi engak masalah (awalnya dia mengerenyitkan dahinya dan bilang “perasaan kemaren oranye (ubuntu) deh, kok jadi biru” … hehehehe).

Semoga saya “happy ending” dengan kubuntu ini, serta kubuntu bisa menjadi sarana adik saya untuk terus mengakrabkan diri dengan opensource. dan ini beberapa catatan kecil tentang kubuntu di laptop hp compaq presario V3000 adik saya:

– VGA lancar (langsung default 1280×800 standard laptop ini)

– sound lantang (untuk saat ini, masalahnya belom update πŸ˜› ) namun rada-rada sember (pengaruh tidak adanya pengatur quilizer kali yah…) pas nyoba nyetel video di youtube, namun untuk musik di amarok lumayan lah (daripada lumanyun πŸ˜› )

– touchpad, hot key dan fn key, multimedia key lancar!

– hampir semua pernak pernik seperti card reader, firewire, DVD ROM dapat digunakan karena kedetek dengan baik.

– modem internal belum dicoba, enggak tahu setting telkomnet instant di kubuntu πŸ˜›

– ethernet kedetek (belom nyoba, engga ada sapidi, ada yang mau bayarin πŸ™‚ )

– wireless broadcom kedetek tapi harus diaktifikan di internet (biasa, bukan open source layaknya intel .. )

-masalah pada network managernya, tidak bisa internet menggunakan hape saya 😦 terpaksa pake WVDIAL (malah sekarang lebih suka itu πŸ™‚ ) namun takutnya malah saya enggak bisa ngenet di wifi hotspot lagi 😦 tapi semoga lancar πŸ™‚

-hibernate bisa, tapi… luamaaa bangets 😦 enggak ngerti kenapa di linux kok lama yah hibernatenya … (pernah nyoba ubuntu, pclinux os, di laptop mana saja hasilnya sama saja) akhirnya saya lebih milih shutdown lah (dibawah 10 detik choy!)

mungkin segitu dulu review saya, nanti mungkin akan ada tambahan, hehehehe πŸ˜› . oiya ini adalah screenshot saya (untuk sementara) belom bisa nge-custom nich πŸ˜†

November 29, 2009 at 07:44 15 comments

Pilih telkom apa youtube? (hilang suara pasca update di ubuntu karmic koala )

Setelah jumat lalu saya berhasil update dengan tertatih-tatih (gara-gara internet lemot) . File sebesar iso-nya puppy linux, yaitu 100mb lebih, akhirnya terinstal juga di karmic, sehingga membuat karmic saya paling uptodate! Hehe. πŸ˜›

Bukannya saya senang ubuntu saya sudah update, malah manyun. Kenapa? Masalahnya setelah restart, kok sound hilang! Oh… No! Terjadi lagi! Langsung saya cek gnome alsa mixer, namun kok engga ngaruh! Waduh kok gitu sih..

Kembali saya sowan ke embah google, mencari ‘wangsit’. Pas search dengan kata kunci ‘no sound after updating karmic koala’, saya mendapat petunjuk. Rupannya update (salah satu mungkin) file ada yang konflik dengan driver propitery laptop, yaitu modem dialup! Jadi solusinya sederhana, yaitu cuman deactivate atau matiin aja. Trus restart dan niscaya sound kembali normal.

Sebenarnya sedih juga sih mematikan modem dialup di laptop, karena rencananya saya mau nyoba ngenet via telkomnet instant. Segala sesuatu sudah siap padahal, mulai dari menginstal wvdial (sudo apt-get wvdial) gppp (di ubuntu software center) dan sudah mencari referensi orang yang sudah berhasil. Namun rupanya harus ditunda dulu untuk beberapa saat (paling tidak sampai ada patchnya).

Ya memang hidup ini harus memilih. Kita tidak boleh ‘serakah’. Harus memilih salah satu, milih internetan di telkomnet apa bisa nonton madtv di youtube (kalau lagi di hotspot πŸ˜› ). akhirnya sayah memilih yang kedua deh… πŸ˜€

November 23, 2009 at 07:21 7 comments

Apesnya Memakai Ubuntu denagn koneksi internet pas-pasan

Memang apes punya koneksi pas-pasan. ketika saya hendak mengupdate saya dihadapi degan kenyataan bahwa saya tidak bisa sambil berinternet atau sekedar browsing-browsing ria sembari menunggu update selesai layaknya di windows. di ubuntu semua jatah benwith donlot yang hanya 12-15kbps “dibabat” habis oleh ubuntu untuk dipakai mendonlot. intinya “ritual” mendonlot ini tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun yang ingin melakukan aktifitas yang berhubungan dengan benwit.. hick!… πŸ˜₯ file update (kok baru rilis udah ada update? …. 😦 ) sebesar 100MB lebih ini terpaksa kutunggu selama 2 jam lebih. yup betul sekali saudara-saudara. untuk kecepatan donlot sebesar 12-15kbps (kalau di speedtest itu sebanding 120-80kbps, tinggal di bagi 8 saja!) saya sudah menghitung per jamnya hanya “sanggup” mendonlot 40MB-an. makanya saya tidak seperti mas andy yang sangat “ngotot” ingin mendonlot iso linux dengan kecepatan seperti ini. bisa kebayang berapa lama, hehehe. mana saya menggunakan sistem durasi alias memanfaatkan voucher internet. bisa habis berapa? hehehe. makanya saya lebih memilih menitipkan tugas mendownload sama si aa tukang warnet (abang tukang bakso sudah enggak jaman, hehehe).

Mengapa saya masih bertahan dengan vocher itu sedangkan saya bisa saja menggunakan IM2 Broom misalnya. mungkin kalau memiliki usb modem enak, nah kalau punya hanya hape, masak mau cabut pasang simcard?!. “kan bisa pake matrix trus minta unlimited internet yang sama murahnya?” … ahhhh.. saya kan belum memiliki keuangan yang stabil, jadi tahu diri saja lah πŸ˜€ pake yang pra bayar sajah…. hehehe … ini juga saya sudah alhamdulillah enggak mesti ke warnet trus ngeblog saya enggak konsentrasi karena mendengar anak-anak yang lagi main game OL berteriak “bahasa binatang” . πŸ˜› semoga indosat mau mengabulkan keinginan saya, yaitu adanya paket internet layaknya telkom flexy…. kalau bisa begitu dunia ini indaaaahhh sekali πŸ˜› (o…ooowww saya sudah mulai addicted to net layaknya geeks dan facebooker…. 😦 )

November 20, 2009 at 10:46 5 comments

ULTILEX 5.0: swiss knife-nya linux mini

 

Linux memang penuh kejutan. perkembangannya pun sangat pesat. ketika kompetitornya belom (bahkan enggak mau mungkin) memiliki fasilitas liveCD, linux sudah memiliki fasilitas liveDistro on USB. biasanya linux yang diinstall di LiveCD itu hanya satu dan biasanya “cuman” linux yang memiliki ukuran kecil. Sekarang (sudah) ada LiveCD yang “all ini one” alias lebih dari satu. pokoknya paket komplet dech. …

 

ULTILEX merupakan koleksi distro Linux mini, baru saja menerbitkan versi 5.0 mengemas versi terkini masing-masing distribusi. ULTILEX adalah singkatan dari “Ultimative Linux Experience” yang dibangung oleh Ivan Davidov asal Sofia, Bulgaria.

Sebagai LiveDistro, ULTILEX 5.0 dapat langsung di start, baik dari CD maupun media USB. Dalam satu LiveCD disertakan lima distro mini dengan fitur penuh yaitu:

  • Slax versi 6.1.2
  • Puppy Linux versi 4.3.1
  • Tiny Core versi 2.4.1
  • System Rescue CD versi 1.3.1
  • Parted Magic versi 4.5
  • boot.kernel.org (BKO)

Kecuali itu, Davidov menambahkan fitur dari boot.kernel.org di Boot-Menu. Fitur ini menyediakan layanan dengan distribusi seperti Debian live, Ubuntu 9.04, Damn Small Linux, Knoppix 5.0.1 dan Fedora 11 Live-CD, yang bisa di unduh dan langsung dijalankan via Internet.

 

Diantara distro-distro kerdil yang disertakan di ULTILEX, Slax merupakan distro yang paling lengkap dan memakan spasi sekitar 200 MB. Slax menggunakan versi KDE 3.5 sebagai lingkungan desktop dan mengemas segala aplikasi yang dibutuhkan untuk menuntaskan perkerjaan hari-hari.

Puppy Linux yang berukuran sekitar 100 MB juga tidak kalah banyaknya menggendong aplikasi. Bila ukuran RAM di komputer memadai, distro-distro kecil ini akan langsung jalan dari memori sehingga semua proses menjadi sangat cepat bagaikan kilat.

Distro System Rescue CD adalah favorit para administrator sistem (SysAdmin), sementara Parted Magic sebagai distro khusus untuk digunakan sebagai perangkat membuat dan mengelola partisi harddisk.

untuk ngedonlotnya silahkan ke sini, siapa tahu mau nyoba…..

info dari:

gudang linux

November 11, 2009 at 12:04 12 comments

IGOS Nusantara 2009 Telah Hadir

akhirnya IGOS Nusantara yang sebelumnya saya dapatkan infonya dari kontes menulis tentang opensource dari pemerintah. namun seperti biasa, kenapa yah kalau untuk produk dalam negeri (yang notabene bikinan pemerintah) kok susah banget mencari tahu infonya secara detail. namun akhirnya saya dapat info (yang lagi-lagi) dari Gudang Linux. Dan inilah info selengkapnya:

IGN 2009 versi Gnome

LXDE version

Memenuhi kepentingan nasional dan kelangsungan pengembangan Sistem Operasi yang dijaga secara berkesinambungan, Pusat Penelitian Informatika LIPI telah melepas IGOS Nusantara (IGN-2009), sebuah desktop dengan beragam aplikasi yang dikembangkan secara konsisten sejak tahun 2006.

IGN 2009 adalah jawaban dari kebutuhan perangkat lunak yang menepis perasaan takut akan kehilangan data atau kerusakan sistem karena dihantui kemungkinan serangan virus. Dengan IGN 2009, pengguna diyakinkan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan nyaman pada saat bekerja berjam-jam di depan komputer.

Dilengkapi dengan berbagai aplikasi perangkat lunak versi terkini, IGN 2009 mendukung semangat Go Green, dengan pengaturan enerji yang cerdik menjaga kelestarian bumi. Media yang disediakan IGN 2009 dalam 3 jenis yaitu IGN2009 DVD Installer, IGN2009 LiveCD GNOME dan IGN2009 LiveCD LXDE (minimalis untuk komputer dari jaman baheula). IGN2009 DVD Installer dengan kapasitas 4.2 GBytes diklaim sangat lengkap yang mengemas tepatnya 3839 paket aplikasi dan bisa dipilih untuk dipasang.

 

Distro IGN 2009 menyertakan aneka perangkat lunak versi terbaru. Kernel yang menjadi jantung sistem operasi IGN 2009 memanfaatkan versi GNU/Linux. Beberapa fitur utama IGN 2009 lainnya adalah:

  • Aplikasi perkantoran : OpenOffice.org 3.1.1
  • Aplikasi Grafis : GIMP, Inkscape, Blender, Dia
  • Aplikasi Internet : Fire Fox 3.5.3, Pidgin, Evolution, Thunderbird
  • Aplikasi Multimedia : Gnome Player, XMMS, Audio Mixer
  • Aplikasi Bantu : CD/DVD Burner, NTFS Compatible, Backup/Restore, Application Manager
  • Hardware & Networking : berbagai printer, scanner, WiFi (Broadcom, Intel, Realtel, RaLink dsb), Modem Dial-Up,
  • Modem GSM, Bluetooth, Compiz
  • Deteksi beragam kartu grafik, antara lain NVIDIA dan ATI

fitur lainnya:

  1. Tersedia desktop lainnya di DVD Repositori (KDE, XFCE dsb)
  2. Tahapan instalasi yang ringkas

 

Mereka yang hari-hari bekerja menggunakan komputer untuk segala kebutuhan komputerisasi dapat mengandalkan IGN 2009 untuk meningkatkan produktifitas mereka, sementara dijamin data mereka aman dan kebal terhadap virus berkat mekanisme pengaturan keamanan yang memadai.

Berbagai aplikasi yang dijejalkan tim pengembang bersama distro IGN 2009 di klaim mampu menjawab kebutuhan semua pengguna yang datang dari berbagai profesi, seperti sekretaris, profesional, desainer grafis, mahasiswa, pelajar, dan lain-lain.

 

Persyaratan minimal hardware:

  • Spesifikasi hardware untuk menjalankan IGN 2009 tidak perlu terlalu tinggi. CPU besutan Intel, AMD, Cyrix dan Via merupakan processor yang didukung IGN 2009:
  • Rekomendasi untuk mode teks : 200 MHz Pentium- atau diatasnya
  • Rekomendasi untuk mode grafik: 400 MHz Pentium II atau diatasnya
  • Minimum RAM untuk mode teks: 128 MB
  • Rekomendasi RAM untuk mode grafik: 256 MB

IGN versi LiveCD tidak memerlukan spasi harddisk, sedangkan IGN versi installer memerlukan spasi hard disk minimal 10 GB untuk instalasi. inilah beberapa paket yang disediakan oleh IGN2009:

Ada tiga jenis ISO image yang dapat di download, yaitu:

  1. IGN2009 DVD Installer (ukuran file 4.1GB)
  2. IGN2009 LiveCD GNOME (ukuran file 674MB)
  3. IGN2009 LiveCD LXDE (ukuran file 382B)

 

Silakan download di:
http://repo.igos-nusantara.or.id/iso/2009/

 

kalau dilihat dari apa yang mereka terangkan cukup megiurkan banget enggak sih πŸ˜› ini harus dicoba! saya akan mencoba yang versi LXDE ah… biasa untuk compi jadul saya. berhubung installernya lumayan kecil (bisa lah di donlot…)

Mau tau lebih jauh? ke sini saja:Β  http://igos-nusantara.or.id/

November 10, 2009 at 07:22 13 comments

Older Posts Newer Posts


Gadgetboi’s Blog

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,103 other followers

translate this blog

ubuntero

The Ubuntu Counter Project - user number # 29030

Try Manjaro Linux

Unduh Blankon

Download Linux Mint

Calender

December 2019
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Categories

Archives

How Many People lost here?

  • 558,055 people

Online…Online

IP
free counters
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Check Me IF I’m Online

Support This!

No Smoking
Counter Powered by  RedCounter