“Diancam” PT. Telkom

August 30, 2010 at 11:40 38 comments

tarif tetap telkom

Satu bulan-an lalu di rumah saya (adik saya yang mengangkat) mendapat “ancaman” via telepon oleh PT. Telkom yang ini pembicaraannya adalah kalau sekarang sudah tidak ada lagi tagihan seperti biasa. Tagihan seperti biasa yang saya maksud di sini adalah tagihan bulanan yang masih memiliki abonemen. Karena sekarang PT. Telkom mempunyai program “tagihan tetap” dan sedang gencar-gencarnya sedang dipaksakan” ke rakyat. Iya! dipaksakan, karena menurut saya “promosi” dan “sosialisasi” bukan lah kata yang tepat. kalau promosi kan cuma memberikan informasi, dan kalaupun sosialisasi, ada pengumuman tertulis dan resmi. Ini maen slonongboi saja!angry

Slonongboi …

Kata itu lebih tepat untuk PT. Telkom yang tidak memiliki tata krama.  Bagaimana tidak! JIka tiba-tiba tagihan telephon di rumah sudah berubah dengan sendirinya menjadi tagihan tetap! dan boro-boro hemat. tiba-tiba saya mendapati tagihan senilai 300 ribu lebih!

WTF!!!!angry cat

Kaget saja sewaktu mengecek ke pembayaran, ternyata nomor kami sudah di jadikan Tagihan Tetap. Kontan saya emosi. Saya tanya ke mas-mas di bagian pembayaran, katanya harus ke  “pusat” telkom di bekasibig_eyed .. Jadi enggak bisa komplain di sini. Bergegaslah saya ke Telkom. Di sana pun saya hanya diberitahukan bahwa mereka tidak tahu menahu mengenai hal seperti itu. Itu sepenuhnya hak marketing PT.Telkom!ha

wihhhh …heh macam admin saja mempunyai hak root merubah seenaknya. Saya tanyakan seperti itu, sang CS-nya pun cuman meramam-meremem enggak jelasgak tahu

Wah, Gimana ini pelayanan Konsumennya? kok ditanya konsumen jawabannya engak jelas?mikirPada akhirnya saya menyuruh CS tersebut untuk menghapus tagihan tetap tersebut dan seketika tagihannya berkurang menjadi 200 ribuan … hammered … normal kembali. Baru saya bayar tagihan tersebut.

Benar-benar keki saya hari Sabtu kemarin. Setelah itu saya mulai mengusut dan “menginterogasi” semua penghuni di rumah, sekiranya mendapatkan telepon dari Telkom sehingga tagihan tetap tersebut aktif. Ternyata hanya adik kecil saya saja yang katanya ditanya bulan kelahirannya dan apa bintang-nya  kaget2 . Dengan “modal” itu kah sang Marketing Telkom berani merubah skema tagihan kami? …swt3 … Padahal menurut aturan yang saya tahu, kita harus menyerahkan foto kopi KTP segala untuk merubah tagihan kita, tapi kok sekarang seorang marketing mempunyai hak prerogatif seperti ini sih?kebo

Kalau begini caranya, PT.Telkom menggali kuburannya sendiri. Karena sumpah dech layanan baru itu tidak memberikan manfaat sekali untuk konsumennya. “Mau untung malah buntung”, itu kata tetangga-tetangga yang sudah mencobanya sebulan. dan banyak lagi keluhan-keluhan dari teman-teman blogger juga (bahkan mereka sih sudah setahun lalu komplainnya woot ) serta di situs YLKI pun sudah banyak yang komplain (termasuk saya). Namun sepertinya Telkom cuek beibeh saja tuh cerutu

kalau sekali lagi seperti ini caranya, keluarga kami siap kok mencabut telepon! toh ada enggak ada telepon rumah, enggak patek’ennot_talking(menggambil istilah pak harto)  … lihat saja kalau macam-macam lagi!!no no

Entry filed under: My Life. Tags: , , , , , , , , , , .

Side Pocket Balada Pensiunan beda Departemen

38 Comments Add your own

  • 1. Cahya  |  August 30, 2010 at 11:59

    Sudah cabut saja telpon rumah, ga ada artinya kan. Buat apa itu telpon dipelihara kalau ndak dipakai. Gunakan email saja😀.

  • 2. rochman  |  August 30, 2010 at 12:30

    Sudah saatnya pelanggan menjadi superuser, jangan hanya guest yang mudah dipermainkan admin dengan hak root.

  • 3. Hari Mulya  |  August 30, 2010 at 14:55

    Hhmmm…

  • 4. Hari Mulya  |  August 30, 2010 at 14:57

    setuju sama mas Rochman, sudah saatnya jadi superuser, biar admin ga seenaknya…

  • 5. sanjati  |  August 30, 2010 at 16:31

    wah sama mas dengan telp rumah saya, tapi akhirnya babe gak mau bayar lagi biar dijabut katanya. namun dah 2 bulan lebih gak dijabut dan masih bisa untuk menerima saja. Kapok make telp rumah!

  • 6. Denuzz BURUNG HANTU  |  August 30, 2010 at 16:34

    hahahaha … telkom lucu ya …
    uh … denuzz piir sih buat apa lagi pake jasa telepon rumah … udah ada hape pula …
    lagian kalo dihitung, 300 ribu udah belebih buat pulsa sebulan …
    semoga tulisan kakak bisa dibaca oleh telkom dan bisa menjadi bahan instropeksi …

    salam akrab dari burung hantu …

  • 7. sikapsamin  |  August 30, 2010 at 19:04

    Waaahhh…bicara PT.TELKOM bikin MUUAAKK,
    Tahun berapa dulu (lupa), para konsumen nuntut dipasang pulsa-meter spt PLN/PDAM…mereka berkilah mbulet nggak keruan ujungnya. Yang intinya menghindar.
    Setelah ada HP, tenang deh. Satu keluarga, TAK SATUPUN PAKAI SIM-TELKOMSEL.

    Yah…semoga PT.TELKOM/TEKOMSEL segera sembuh dari sakitnya…

    Salam persahabatan, maaf kalau ada kata2 yg mungkin agak mengejutkan…

  • 8. aldy  |  August 30, 2010 at 20:12

    Bagian pemasarannya mengejar target pemasaran dengan cara yang tidak benar😦

    Saya sudah lama tidak menggunakan saluran telepon rumah, karena dibatasi hanya dalam kota, kecuali terima dibiarkan terbuka.

    Rasain tuh telkom berhadapan dengan Slonongboi…

  • 9. aldy  |  August 30, 2010 at 20:14

    Gara-gara ikutan ngomelin telkom komenku ditangkap sama akismet😦

  • 10. alamendah  |  August 30, 2010 at 21:44

    Untung tempat saya belum terjangkau telkom.
    hehehehe

  • 11. KutuBacaBuku  |  August 31, 2010 at 00:38

    nenek Kutu juga kesel banget tuh sama Telkom, lagi enak2nya tidur eh ada telpon yang ternyata cuma dari marketing telkom, siapa yang gak eneg coba

  • 12. Asop  |  August 31, 2010 at 04:46

    Nggak pate’an.😆😆 Njowo tenan.😀

    Kalo di tagihan pascabayar operator hape, abonemen wajar. Saya rasa wajar kalo ada abonemen, asal gak kebangetan.😀

  • 13. zee  |  August 31, 2010 at 09:09

    Saya juga ditawarin. Ditelepon kok waktu itu ke rumah, ditawarkan apakah mau tagihan tetap saja. Tapi saya tolak. Lha wong telepon rumah jarang dipakai, sebulan paling mahal kena tgh 65rb, u/ apa pake tgh tetap bukan?

  • 14. gadgetboi  |  August 31, 2010 at 10:00

    @cahaya: hehehe … emang semua orag yang saya kenal canggih semua😆

    @rochman:😆 bethul

  • 15. gadgetboi  |  August 31, 2010 at 10:13

    @hari mulya: harusnya sih telkom punya etika, jadi walau ‘admin’ tetep ajah enggak boleh seenaknya …

    @sanjati: haha .. biarin ajah mas … tetangga saya aja 7 bulan mati eh bisa lagi nelepon .. padahal enggak bayar!

    @denuzz: bener sih .. tapi mau gimana lagi. itu sepenuhnya hak ortu saya … kalau saya sih ih …ogah …

    @sikapsamin: semoga yah …

    @aldy: hahaha …kok si aksimet nangkap yah? sekutu telkom kali …

    @Alamendah: untung yah mas …

    @kutuBacabuku: sama … ini malah setiap hari di sini

    @asop: abodemen sih wajar… tapi pemaksaannya yang enggak wajar …

    @zee: beruntung donk mbak … di sini sih “diancam”

  • 16. arifudin  |  August 31, 2010 at 12:19

    emm…. yup kalau begini terus kita boikot saja, kampanyekan anti telkom😆

    padahal konsumen adalah raja🙄

  • 17. Elong Bujang  |  August 31, 2010 at 12:21

    Salam kenal …

  • 18. Andy MSE  |  August 31, 2010 at 13:10

    saya pernah mengalami kejadian serupa tapi dengan PLN. ceritanya saya bikin toko di bagian depan rumah saya, tiba-tiba rekening PLN berubah dari rumah tangga menjadi niaga… (doh)
    akhirnya pasang 2 meteran deh!
    untuk kasus saya ini saya nggak berani “ra patheken” nyabut PLN… gaswat…
    apa memang begitu kelakuan BUMN ya? sepertinya setelah hampir semua BUMN dibikin profit oriented, sisi sosialnya hilang sama sekali…

    *untung saya nggak punya telpon rumah*

  • 19. siho  |  August 31, 2010 at 13:55

    ..saya pernah digituin ama telkom..3 bulan..coba bayangkan..tarif yang biasanya cuma sekitar 50 ribuan bayarnya menjadi 80 ribuan..selisih 30rb x 3bulan itu banyak buat saya..terus gak bisa diminta lagi itu 30 ribunya setelah pindah ke paket awal yang cuma 50rb..lha kalo dikalikan pengguna telpon sat RT, satu RW, dan seluruh pemakai di negeri ini…bisa dibayangkan kerugian yang didapt pelanggan…
    ..gila..udah kagak pernah dipake, masih juga bikin sewot nih telkom..

  • 20. attayaya jadi anak smp  |  August 31, 2010 at 15:38

    waaaah ngaco neh telkom
    perlu lapor ke ylki

  • 21. darahbiroe  |  August 31, 2010 at 18:32

    heheh
    sabar sabar
    lapor ajah gimana coba penyelesain terbaik nya

  • 22. endar  |  August 31, 2010 at 21:11

    untung saya nggak pasang telpon

  • 23. Sugeng  |  August 31, 2010 at 22:46

    Cara-cara seperti ini masih dipertahankan oleh telkom. Mungkin dia gak nyadar kalau sekarang ini dia bukan sebagai satu-satunya operator pelayanan telekomunikasi di negri ini😡
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  • 24. Sawali Tuhusetya  |  September 1, 2010 at 03:05

    sebagai pelayan publik yang sudah lama eksis, seharusnya konsumen dirangkul dan diberikan layanan paripurna, bukannya malah melakukan ancaman dengan argumen yang ndak jelas. kalau model beginian, pelan tapi pasti, konsumen akan segera lari terbirit-birit.

  • 25. neo renggana  |  September 1, 2010 at 11:35

    iya,,, kalau kaya gitu mending jangan pasang telepon rumah aja.

  • 26. waroeng ubuntu  |  September 2, 2010 at 13:54

    kalo begitu saya akan periksa tagihan telkom bulan ini, apakah memakai tagihan tetap atau standar

    mungkin adik kamu mikir tagihan tetap itu lebih murah, jadi jawaban dia dari pertanyaan sales, YES-YES aja:mrgreen:

  • 27. alief  |  September 2, 2010 at 14:33

    untungnya sini belon ada telkom, jadi aman dah, gak bakalan diancam ancam

  • 28. gadgetboi  |  September 2, 2010 at 15:25

    @arifudin: ayo!!!

    @Andy MSE: emang tuh BUMN … ckckckc …profitnya enggak ada (alasannya rugi melulu) sekarang sok komersil

    @siho: emang telkom bikin sewot …

    @sugeng: lupa kalau zaman sudah berubah …

    @Sawali: sudah tuh sepertinya pak guru:mrgreen:

    @neo renggana: sepertinya sih baiknya begitu

    @waroeng ubuntu: yeee… enggak dibaca dengan seksama nich … kan saya bilang kalau adek saya cuman diminta tanggal lahirnya sama bintangnya! terus langsung dech tiba-tiba tagihan berubah

    @alief: bagus .. bagus …

  • 29. febriy  |  September 2, 2010 at 18:28

    alhamdulillah jaringan telkom belom nyampe desa saya…. maklum wong ndeso gan….. masih pake yang mobile2 saja…… hheh…. kalo (ora)aturannya kayak gitu sih kayaknya bakalan bangkrut tu bentar lagi si telkompret…. hhe may be…..

  • 30. gadgetboi  |  September 3, 2010 at 08:50

    @febriy: mending begitu …😆

  • 31. tomi  |  September 3, 2010 at 11:53

    adooohh kok maen seenaknya sendiri telkom ini… bener mas,, itu bukan sosialisasi.. tp pemaksaan😀

  • 32. kampus blog  |  September 3, 2010 at 11:54

    di rumah masih biasa mas… begitulah telkom.. masa anak kecil ditanyain..

  • 33. tuxlin  |  September 3, 2010 at 15:56

    wkwkwkwkwwkwkwwk… keluarga saya sudah lama bercerai sama telpon rumah semenjak HP sudah terjangkau,wkwkwkwkw… payah nih telkom… kabarnya speedy juga sering lemot😀

  • 34. tiyo  |  September 5, 2010 at 11:59

    Kalau begini caranya, PT.Telkom
    menggali kuburannya sendiri.
    Karena sumpah dech layanan baru
    itu tidak memberikan manfaat
    sekali untuk konsumennya. “Mau
    untung malah buntung”, itu kata
    tetangga-tetangga yang sudah
    mencobanya sebulan.

    *setuju boss, itu blunder paling parah dr. Telkom.
    Gw jg korban boss.

  • 35. 'Ne  |  September 5, 2010 at 20:25

    wah saya gak pake telepon biasa tapi pake fleksi (sama2 telkom yak) hehe.. bagus tuh jangan diem aja, lumayan kan turun jadi 200rb, enak aja main embat!! lho?

  • 36. andre  |  September 8, 2010 at 18:21

    parah banget tu,masak seenaknya aja memaksa konsumen. mungkin karena telpon rumah udah ga jaman, soalnya udah kelindes dengan kehadiran HP

  • 37. info sekolah  |  December 22, 2010 at 01:34

    layanan spedy kadang masih ngada..
    padahal pake kabel…

  • 38. cidtux  |  January 17, 2011 at 21:34

    waduh… kebetulan telkom rada baik sebentar… sudah jarinngan internet telat bayar.. dan di putus…, tiba2 dalam suatu hari.. internet nyambung…. xixixixixi…, namun sekarang sudah putus total..

    xixixixi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Gadgetboi’s Blog

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 759 other followers

translate this blog

ubuntero

The Ubuntu Counter Project - user number # 29030

Try Manjaro Linux

Unduh Blankon

Download Linux Mint

Calender

August 2010
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Categories

Archives

How Many People lost here?

  • 476,237 people

Online…Online

IP
free counters
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Check Me IF I’m Online

Support This!

No Smoking
Counter Powered by  RedCounter

%d bloggers like this: