Kami Tidak Takut part.2

July 8, 2010 at 19:17 15 comments

Aktivis ICW yang diserang, Tama S Langkun mengaku dikeroyok oleh 4 pria bermotor. Teman Tama yang ada saat pengeroyokan, La Ode Muhammar Khadafi, melihat penyerang datang dari arah mobil Toyota Avanza.

“Begitu kami jatuh, 2 orang yang mepet itu jatuh, lalu ada Avanza dari arah belakang ambil posisi parkir. Dari arah mobil ada 2 orang yang mendekati yang berjalan ke arah Tama. Saya pikir mau menolong tapi ternyata mau menganiaya,” jelas Khadafi di kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Namun karena situasi yang serba cepat ditambah pula baru jatuh dari motor, Khadafi tidak yakin apakah dua penyerang itu turun dari mobil Toyota Avanza atau bukan. Namun dia hanya yakin penyerang datang dari arah mobil itu.

Khadafi menceritakan keduanya berangkat ke Kemang 10 menit sebelum acara bola dimulai. Saat itu, Tama memang tampak sedikit tidak tenang seperti merasa ada yang membuntuti.

“Tapi mungkin dia ingin menghilangkan pikiran itu,” ujarnya.

Tama kemudian mengontak teman-temannya. Akhirnya keduanya pun sampai di Jl Banda. Sampai di sana, teman-teman Tama sudah menunggu di dalam. Tidak ada rasa curiga apapun yang timbul saat itu. Keduanya pun nonton bareng piala dunia bersama teman-teman Tama.
“Setelah pertandingan bola selesai, saya keluar untuk merokok. Tama mengobrol di dalam. Di luar saya tidak melihat ada yang mencurigakan,” ungkapnya.

Tak lama, Khadafi dan Tama pun pulang. Perjalanan pulang melewati perjalanan yang sama saat berangkat ke Kemang tadi. Setelah sampai di perempatan Duren Tiga, suasana lalu lintas memang terasa agak sepi. 500 meter dari perempatan, Khadafi dan Tama merasa ada yang mengikuti mereka.

“Saat itu kami berpikir itu orang lain yang sedang beraktivitas. Kemudian Tama mulai merasa,” katanya.

Khadafi mengatakan, tiba-tiba satu motor memepet motor mereka dari arah kanan. Kemudian dua pria tersebut memotong jalan sehingga Tama yang mengendarai motor tak bisa mengelak karena di sebelah kiri juga ada motor.

“Setelah tabrakan, kita jatuh terseret. Tama agak ke sana dan saya ada di belakang,” imbuhnya.

Menurut Khadafi, saat terjatuh, matanya berkunang-kunang dan mendengar suara teriakan Tama. Dari arah belakang, ada mobil Toyota Avanza yang parkir di depan lokasi jatuhnya Tama. Dari arah yang sama dengan mobil, keluar 2 orang yang berjalan mendekati Tama. Keduanya mengenakan jaket hitam lalu menganiaya Tama dan melepas paksa helm Tama.

“Kemudian ada benda dikeluarkan dari jaket cepat sekali kejadiannya. Tama tak diberi kesempatan,” tukasnya.

Setelah menganiaya, 4 pria dan mobil Avanza melaju kencang. Khadafi dan Tama pun mengambil posisi kiri untuk menenangkan diri. Lalu ada pengendara motor lain yang datang dan menawarkan bantuan. Tama kemudian mau tak mau menerima tawaran pengendara motor tersebut karena sudah berlumuran darah. Sedangkan mobil Avanza juga balik lagi, namun Tama memilih naik motor.

“Sedangkan saya naik taksi sesaat setelah Tama pergi dengan pengendara motor. Saya langsung ke rumah sakit,” tegasnya.

Sejumlah LSM yakin penganiayaan aktivis ICW Tama S Langkun bukan berlatar belakang urusan pribadi, tapi tersistem. Bisa diartikan, kejadian itu merupakan serangan balik koruptor.

“Intimidasi itu adalah serangan balik koruptor,” kata Sekretaris Komite Penyelidikan Pemberantasan KKN (KP2KKN), Eko Haryanto di kantornya, Jl Lempongsari Timur, Kamis (8/7/2010).

“Selain menggunakan cara legal, seperti judicial review, mereka (koruptor) juga menggunakan ancaman fisik,” tambahnya.

Eko yang didampingi aktivis LBH dan Patirro Semarang yakin kejadian itu juga terkait pelemparan bom molotov ke kantor Tempo beberapa hari lalu. Ada orang atau kelompok yang tak suka dengan gerakan sipil, kemudian menggunakan cara brutal untuk membungkamnya.

“Sekadar dicamkan, kami tidak takut. Saya yakin kawan-kawan di gerakan sipil juga demikian,” tegasnya.

Perwakilan LSM di Jateng ini berharap polisi segera mengusut pelemparan bom molotov di kantor Tempo dan penganiayaan aktivis ICw. Hal itu penting agar gerakan pemberantasan korupsi tak  terganggu.

“Dan, jangan lupa, polisi juga harus mengusut dugaan adanya rekening gendut petingginya,” demikian Eko Haryanto.

(detikcom)

Kami Tidak Takut …. Kami Tidak Takut …..

Entry filed under: My Life. Tags: , , , .

Notebook Core i7 Merajalela Pelangi oh .. pelangi …

15 Comments Add your own

  • 1. ridu  |  July 8, 2010 at 21:07

    parah pisan yaa bener2 deh ini negara udah gak aman lagi buat orang2 yang pengen negara kita bersih…

    ya kita dukung temen2 kita yang berjuang memberantas korupsi!

  • 2. itempoeti  |  July 8, 2010 at 22:00

    negeri bandit…
    selalu menggunakan penyelesaian dengan cara2 bandit!!!

  • 3. Love4Live  |  July 8, 2010 at 22:07

    yang model begitu tak akan lama lagi…

  • 4. Irawan  |  July 9, 2010 at 00:05

    wow… tetap semangat dan tetap berjuang!!!

  • 5. Pattiro Sekolah Rakyat  |  July 9, 2010 at 08:29

    serangan terhadap aktivis yang berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan adalah terorisme!
    namun seringkali oleh aparat hal seperti itu dianggap tindak kriminal biasa.

  • 6. Andy MSE  |  July 9, 2010 at 08:30

    aku juga nggak takut kok!

  • 7. Zippy  |  July 9, 2010 at 10:24

    Tragis emang.
    Disaat kebenaran akan terkuak, eh..malah jadi kayak gini.
    Moga aja harapan otu masih ada, negeri ini bebar korupsi!

  • 8. Den Jaka  |  July 9, 2010 at 12:27

    Inilah akibat dari pembenaran2 yg biasa dilakukan oleh sekelompok org yg selalu membenarkan bahwa kekerasan adalah sebuah penyelesaian. Ini juga akibat dari ketidak beranian masyarakat utk menentang kekerasan yg dilakukan oleh siapapun dan dgn dalih apapun.
    Saya tdk percaya jika pelakunya aparat, sptnya ini hnya digunakan utk mengangkat permasalahan saja. karena dgn pemberitaan spti ini, selama ini semuanya dianggap bisa diselesaikan. Yah beginilah era 2010, masyarakatlah yg harus lebih jeli dan pandai mensikapi setiap permasalahan, dan pemberitaan.

  • 9. Sriyono ST  |  July 9, 2010 at 15:01

    Majuteruspantangmundurnggakpakespasi……

  • 10. sanjati  |  July 10, 2010 at 00:02

    perampok yang memakai kaki tangan kecoak.sapa takut???

  • 11. dedekusn  |  July 10, 2010 at 21:36

    Mengerikan, … profesi yg beresiko ternyata,

  • 12. aldy  |  July 12, 2010 at 01:14

    Negeri ini makin hari makin kacau, premanisme ada dimana-mana tetapi aparat sepertinya hanya diam seperti orang buta😀

  • 13. andi  |  July 12, 2010 at 03:00

    ehh jadi bingung mana yg benar😕

  • 14. bundadontworry  |  July 13, 2010 at 11:47

    pekerjaan seperti mereka ini sangat beresiko tinggi, yg dapat mengancam nyawa, seperti Munir alm. ketua komisi orang hilang , khan juga nasibnya begitu, gak jelas siapa aktor intelektualnya sampai sekarang.
    salam

  • 15. neorenggana  |  July 13, 2010 at 11:56

    ketika uang berkuasa semua cara dilakukan (manusia tak bernyali)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Gadgetboi’s Blog

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 759 other followers

translate this blog

ubuntero

The Ubuntu Counter Project - user number # 29030

Try Manjaro Linux

Unduh Blankon

Download Linux Mint

Calender

July 2010
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Recent Posts

Categories

Archives

How Many People lost here?

  • 476,360 people

Online…Online

IP
free counters
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Check Me IF I’m Online

Support This!

No Smoking
Counter Powered by  RedCounter

%d bloggers like this: