Distro linux Apakah yang dipakai Linus Torvalds, sang Arsitek Linux?

September 28, 2009 at 08:51 13 comments

foto Linus  Tahun 2002

foto Linus Tahun 2002

Baru tadi malam saya teringat “distro apa sih yang dipakai Linus Torvalds, sang arsitek Linux?”. setelah sekian lama saya mengetahui dan mengikuti perkembangan linux, kok baru kepikiran yah pertanyaan ini……

Dan dimulailah pencarian informasi yang (tentu saja) dengan bantuan oom google. memang ada beberapa informasi yang ternyata simpang siur, dimana disebutkan bahwa sebenarnya Linus tidak menggunakan Linux di komputernya, tapi melainkan Mac OS! wah yang mana yang benar nich?

Setelah meneliti (berita-berita tersebut) dengan seksama baru saya mendapatkan yang benar. Rupanya kabar berita yang menyebutkan bahwa Linus menggunakan Mac Os adalah karena dia menggunakan komputer Apple (berita tahun 2005) dengan dual 2GHz G5 (aka PowerPC 970) yang dimana sebenarnya sudah tidak ada Mac OS-nya, tapi telah diganti dengan linux. Linus pun mengungkapkan bahwa di sebenarnya memiliki mac mini,  yang menurut dia “hanya” digunakan sebagai “mainannya”. dan dia lebih memilih menggunakan G5-nya untuk bekerja karena tidak di bikin pusing (Mac Baru dengan intel memiliki “masalah” jika di instal linux, karena sudah “diobok-obok” oleh apple supaya bisanya diinstal mac aja) . sudah “clear” kan berita yang menyebutkan bahwa dia menggunakan Mac OS…. toh menurutnya dia memakai komputer tersebut karena dia mendapatkan gratis (tau yah dari mana….). jadi apa salahnya…..

Kembali ke laptop… eh.. topik.. Distro apa (saja) kah yang dipakai oleh Linus…..Nah ini ada sedikit wawancara yan dilakukan Caitlyn Martin dari news.oreilly.com tahun kemarin (July 27, 2008). Di situ Linus Menyebutkan distro apa saja yang dia pakai.

Ternyata linus masih memakai Fedora 9 (dulunya dia memakai Red Hat- nama sebelum Fedora) karena distro ini (masih) mensupport arsitektur power PC (yang masih dia pakai sampai saat ini). Linus pun mengaku kalau dia mengganti distro setiap 6 bulan sekali (menurut wawancara osnews.com) adapun selain fedora (distribusi favoritnya) dia sudaph pernah menggunakan yellowdog linux, Suse/OpenSuse (keduanya masih mensupport arsitektur powerPC), Mandriva, bahkan Ubuntu! dia malah menyebutkan bahwa dia lebih suka Ubuntu daripada babehnya yaitu, Debian.

Rupanya untuk seorang “super hebat” dalam hal komputer, linus malah lebih senang yang simpel-simpel aja. dia tidak begitu suka distro yang “sulit” dan “ribet”. pernah beberapa waktu dia menyebutkan kalau slackware itu ribet. bikin pusing. Slackware tidak user friendly karena kurangnya graphical administration tools,  package manager dengan dependency checking, dan kurangnya software tambahan dalam paket repository.

Untuk Desktop Environment-nya sendiri, Linus lebih suka KDE, dia kurang suka Gnome. Namun karena sekarang ada KDE 4.x, dia kurang suka lalu beralih ke Gnome. beginilah cuplikan interview dari distrowatch:

Since I’m on Fedora, I got hit by the (bad) transition to KDE4, and as a result I’ve been using GNOME for the last year or so. It’s still somewhat painful, more so when I’m on my laptop, mainly for the same old reason: you cannot fix the mouse buttons in GNOME. (The reason this hits me more on the laptop than anywhere else is that most laptops only have two buttons, making the middle-button press much harder. And middle button is what you need for the ‘send to back’ window action.)
I wrote the patch (including even the graphical configuration management), I sent it in, and it got rejected as “too complicated for users”. Frickin’ idiots (and I’m not talking about those alleged users).
But right now, KDE is worse. I’d like to explore alternatives, but if you’ve followed my answers this far and are perceptive, you’ll probably already have figured out that the programs involved aren’t on my list of things I care about that much.
I’m well known for disliking GNOME, but it’s not the “using it” part that I dislike as much as the apparent mentality of the GNOME people who think that all users are idiots and then limit what I can do with it for that reason.
See the difference?
So I’ll use whatever works best on my machine and in my workflow, and a window manager is not something I really care deeply about

Linus trovald pun mendukung dengan banyaknya distro di lingkungan linux ini daripada “hanya akan ada satu distro” yang sering digemborkan oleh “pakar marketing” yang menyebutkan banyak distro tidak akan membuat linux menjadi sebesar windows maupun macintosh, karena terpecah-pecah. berikut cuplikan wawancaranya:

I think multiple distributions aren’t just a good thing, I think it’s something absolutely required! We have hundreds of distros, and a lot of them are really for niche markets. And you need that – simply because different markets simply have different requirements, and no single distro will take care of them all.

Of course, people then often say “well, do you need multiple distros for the same market” when they think about the normal desktop market and just look at the whole issue of having openSUSE/Fedora/Ubuntu all in that same space. But it really isn’t that different – you still have the distributions looking at and concentrating on specific issues, and you do want the competition – and letting the markets decide which issues are the ones that really dominate.

In addition, having multiple players just keeps everybody honest, and allows you to compare them. It may all look a bit messy and complex, but I’d much rather have a multi-party system over a single-party one. Even if it’s more complicated.

Nah, terjawab sudah beberapa pertanyaan yang ada dalam benak saya sebelumnya.

akhirnya saya pun puas dengan semua jawaban dan akhirnya bisa tidur…….zzzzzzz

Entry filed under: Linux, opensource. Tags: , , .

Ultimate Edition 2.3 Gamers Berbasis Ubuntu Jaunty Ternyata Jackie Chan pakai Windows…..

13 Comments Add your own

  • 1. Andy MSE  |  September 29, 2009 at 17:43

    kalau andymse, sukanya pake linuxmint… dulunya sih coba2 juga berbagai macem distro… hihihi, sayangnya cuma sekelas pengguna. alhamdulillah ada opensource…

  • 2. Pradna  |  September 29, 2009 at 21:25

    wih, kebalikannya :
    saya belajar linux dari yg ribet dulu (zencafe, turunannya slackware)

    lebih suka GNOME daripada KDE,
    tp sekarang lebih suka KDE 4x daripada GNOME.

    Untung, sang babeh Linux seneng2 aja ada banyak distro…kl ndak, pasti saya dimarahi karna kesukaannya berlawanan dengan babeh Linus😀

  • 3. morishige  |  September 30, 2009 at 17:29

    he.. konyol aja kalau ternyata Linus pake windows XP SP2.. hehe..

  • 4. waroeng ubuntu  |  October 1, 2009 at 10:37

    waduh GNOME dijelek2-kin Bapaknya LINUX – wah….. saya terima dengan besar jiwa🙂

  • 5. zam  |  October 1, 2009 at 11:52

    hahah.. menurutku mereka yg “fanatik” ama satu distro itu malah pikiranya buntu. close-mind. padahal open source itu harusnya bikin ikta open-minded🙂

    aku sih lakum distronukum waliyadistro.. distromu distromu, distroku distroku.. :p

  • 6. gadgetboi  |  October 2, 2009 at 08:05

    #waroeng ubuntu: iya… saya juga shock!

  • 7. gadgetboi  |  October 2, 2009 at 08:08

    #zam: bener juga mas… nantinya kita akan punya distro masing2 sesuai selera kita kali yah (kalow nanti linux semakin gampang!) ibaratnya rumah BTN kali yah… toh setelah dibeli nanti akan “se-enaknya” di “kostumasi”

  • 8. yayan  |  December 18, 2009 at 14:08

    iyalah orang sudah jadi “nabi” di linux kok masih pake slackware
    nggak heran deh kalo beliau pake ubuntu ato fedora
    richard stallman mah pake gnewsense, turunannya ubuntu, tapi ya editingnya udah…yah tahulah😀

  • 9. kimsanada  |  January 27, 2010 at 20:27

    saya mah sukanya ubuntu…
    pemula sih…😀

  • 10. Aldy  |  March 13, 2010 at 13:57

    Masih mendingan saya dunk….
    Yang sudah mapan seperti linus tentu dia tahu kelebihan dan kekurangan sebuah distro, makanya tiap 6 bulan ganti.

  • […] memang bukan kali ini saja Linus mengeluh tentang bagaimana buruknya sebuah “produk baru” seperti GNOME 3 ini. Di tahun 2005 Linus pernah menyarankan semua pengguna linux untuk tidak […]

  • 12. sniper  |  October 24, 2012 at 16:54

    KLO GK SALAH GW PERNAH BACA LINUS GAK MAU PAKE UBUNTU DIA BILANG MAINAN MONYET,WAKTU DI WAWANCARAI MENGENAI ARCH LINUX LIAT http://www.muktware.com/3487/linus-torvalds-awarded-arch-linux-most-consumer-friendly-distribution
    GAK ASAL TULIS KAN???

  • 13. gadgetboi  |  November 1, 2012 at 05:21

    @sniper: kamu engga asal baca kan?! saya menulis mengutip wawancara Linus di Oriley. disitu dijelaskan distro yang sudah pernah dipake Linus, menurut dia Ubuntu lebih baik daripada Debian. dan kalau kamu baca sumbernya langsung kamu tahu kalau linus itu tipikal pengguna yang suka pindah-pindah distro. Saya menulis hanya sebatas rasa penasaran saya saja distro apa yang dipakai oleh penemu Linux. tidak kurang tidak lebih. btw thanx atas linknya:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Gadgetboi’s Blog

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 759 other followers

translate this blog

ubuntero

The Ubuntu Counter Project - user number # 29030

Try Manjaro Linux

Unduh Blankon

Download Linux Mint

Calender

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Posts

Categories

Archives

How Many People lost here?

  • 476,360 people

Online…Online

IP
free counters
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Check Me IF I’m Online

Support This!

No Smoking
Counter Powered by  RedCounter

%d bloggers like this: