ATAP kucing ku

March 31, 2009 at 04:34 3 comments

PERTEMUAN PERTAMA

Tanpa sengaja saya mendengar suara anak kucing menangis di dalam rumah. Saya pun sibuk mencari sumber suara itu. Ternyata bukan berasal dari luar maupun dalam rumah. Setelah sekian menit, saya merasa jika suara tersebut berasal dari atap rumah kami. Saya pun mengambil inisiatif untuk membongkar atap rumah saya. Karena bapak saya tidak mau kejadian dulu-dulu terulang kembali. Beberapa tahun lalu di rumah saya ada anak kucing yang terperangkap di dalam atap hingga mati dan kita semua yang menanggung bau bangkainya. Makanya lebih cepat ketemu sebelum mati lebih baik. Setelah “membongkar” salah satu atap, saya menelusuri satu per satu. Rupanya ada anak kucing di sekitar atap kamar mandi. Ada anak kucing yang nampaknya baru saja dilahirkan oleh induknya. Namun entah kenapa saya tidak melihat dimana induknya. Di situlah perkenalan pertama saya dengan kucing yang nantinya saya beri nama Atap (sesuai dengan tempat diketemukannya).

atap

Pertemuan pertama dengan Atap sangat singkat sekali karena keesokan harinya ibunya mengambil kembali dia. Tapi sebelumnya, pada waktu malamnya saya dan adik-adik saya bersuka cita karena menemukan anak kucing yang lucu. Mulailah kita semua sibuk mencari boks kosong untuk tempat tidurnya serta kain bekasi dan juga susu. Ini merupakan pengalaman saya mengasuh bayi kucing, sebelumnya keluarga saya ini selalu memelihara kucing dewasa. Jadi saya tidak mengetahui bahwa anak kucing maupun kucing pada umumnya tidak bisa meminum susu yang mengandung laktosa seperti susu sapi. Itu informasinya yang saya ketahui setelah browsing di internet. Pantas saja si Atap kecil ini selalu menolak untuk meminumkannya dan juga mulai mencret. Kirain kita itu biasa, karena anak kucing kan belum bisa makan dan hanya minum susu induknya dan jika buang air besar berbentuk cairan, ya wajar. Tapi ternyata bisa berakibat fatal. Untung saja kegiatan “pemaksaan” minum susu sapi hanya berlangsung sehari. Karena pada pagi harinya sang ibu datang dan membawa anak kucing tersebut. Tinggal adik saya yang “mengamuk” karena dikiranya ibu saya membuang anak kucing tersebut. Hehehe.

mulai engga betah di kardus ... berusaha menguasai tempat tidur

mulai engga betah di kardus ... berusaha menguasai tempat tidur

PERTEMUAN KEDUA

Selang beberapa bulan saya (kembali lagi) mendengar jeritan dan tangisan anak kucing. Di atap pula!. (Memang Atap rumah saya ini sudah seperti RS. BK (Rumah Sakit Bersalin Kucing) hehehe.:-)). Ternyata benar saja. Ada anak kucing yang ternyata si Atap sama Ibunya yang telah mati terkujur kaku. Sepertinya ibunya Atap keracunan. Memang banyak selai kucing di kompleks saya keracunan karena mereka memakan umpan untuk tikus. Karena disini banyak sekali tikus kalau musim hujan. Apes banget si Atap ini. Baru beberapa bulan tinggal bersama orang tua. Padahal atap harus “menginap” di tujuh rumah oleh ibunya sebelum dia dewasa dan bisa mencari makan sendiri (menurut tukang pijet bapak saya). Dasar jodoh memang atap dengan keluarga saya yang akhirnya ibu saya merelakan dan “merestui” atap tinggal dengan kami dengan syarat bahwa kita semua yang menginginkan atap untuk tinggal bersama harus mengurus dengan baik. Dengan kata lain ibu saya tidak mau mencium bau kucing di rumah kami. Memang bau kucing balita terkadang masih bau asin dan apek. Walau sudah dimandikan. Hari-hari bersama atap sangat menyenangkan. Pada awalnya dia selalu menampakkan taringnya sambil “menyalak” ala kucing kali ya….. tapi beberapa hari dia hidup dengan manusia sudah bisa membaur. Dan tentu saja kta tidak repot seperti dia masih bayi dulu karena rupanya dia bisa makan sendiri setelah saya kasih potongan ikan, dia mau makan. Ya sudah akhirnya kita kasih whiskas. Sekarang tinggal masalah buang airnya yang harus di “disiplinkan”. Dengan beberapa “kurungan” di WC akhirnya si Atap mengerti juga apa yang kita mau. Pffhuuuhhh.*menyekat peluh…. Lucu juga dipikir-pikir kucing kampung bisa buang air di WC. mmmm…. Kira-kira kalau dijual di internet laku berapa ya…. hehehehe.

hi ... my nampe is atap

hi ... my nampe is atap

Entry filed under: Atap dan Oleng, My Life. Tags: .

Happy Birthday My W950i what with google chrome?

3 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Gadgetboi’s Blog

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 758 other followers

translate this blog

ubuntero

The Ubuntu Counter Project - user number # 29030

Try Manjaro Linux

Unduh Blankon

Download Linux Mint

Calender

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Categories

Archives

How Many People lost here?

  • 476,186 people

Online…Online

IP
free counters
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Check Me IF I’m Online

Support This!

No Smoking
Counter Powered by  RedCounter

%d bloggers like this: